UMKM PaDi

UMKM Si Kecil Yang Berperan Besar Untuk Indonesia

UMKM adalah kepanjangan dari usaha mikro kecil menengah yang perannya begitu besar terutama dalam perekonomian negara sekarang serta di masa yang akan datang. UMKM juga memiliki klasifikasi dimana pembagiannya diurutkan dari skala kecil hingga yang terbesar dan diukur dari tingkat omset yang diterima setiap 1 tahun. Untuk sekarang ini, BUMN berharap UMKM bisa go digital dan siap untuk lebih mandiri dalam memasuki dunia digitalisasi.

UMKM memiliki undang-undang yang diatur dalam UU No.20/2008 yang menyatakan jika “Sebuah perusahan minimalis yang pengelolaannya atau kepemilikannya dipunyai oleh perseorangan atau beberapak kelompok orang yang mana mempunyai nominal kekayaan tertentu dengan pendapatan yang juga tertentu.” Nah sifat kekayaan yang dimaksud di UU tersebut didasarkan oleh asset dan juga perolehan omzet yang akan dijelaskan pada artikel ini.

UMKM dengan ukuran usaha mikro memiliki aset maksimal Rp. 50 Juta dan omzet dalam 1 tahun maksimal Rp. 300 Juta, usaha mikro masuk dalam kategori usaha paling kecil dari beberapa kriteria yang dicantumkan dalam Undang-undang. Selanjutnya ada usaha kecil yang memiliki aset lebih dari Rp. 50 Juta sampai Rp. 500 Juta dan omzet dalam 1 tahun lebih dari Rp. 300 Juta sampai Rp. 2,5 Milyar, usaha kecil masuk dalam kategori usaha kecil dari beberapa kriteria yang dicantumkan dalam undang-undang. Lalu masuk ke usaha menengah yang memiliki aset lebih dari Rp. 500 Juta sampai Rp. 10 Milyar dengan omzet setahun lebih dari 2,5 Milyar sampai Rp. 50 Milyar. Terakhir Usaha Besar yang memiliki aset lebih dari 10 Milyar dan memiliki omzet setahun lebih dari 50 milyar.

UMKM juga memiliki fakta menarik yang perlu diketahui yaitu dapat meningkatkan daya saing global dimana jika pameran industri terus dihadirkan untuk menunjang kegiatan UMKM maka hal tersebut dapat memberikan motivasi sekaligus bekal bagi semua pelaku usaha agar dapat menjadi wiraswasta yang professional, Tangguh, inovatif dan kreatif di masa yang akan datang.

UMKM juga memiliki tantangan yang cukup berat sebagai penopang keuangan negara, UMKM berperan penting untuk menambah devisa negara dan menyerap tenaga kerja baru. Pemerintah berharap pihak swasta bahu membahu dalam upaya meningkatkan kemampuan UMKM agar mampu berkompetisi dalam produksi maupun pemasarannya ke pasar dalam negeri dan luar negeri.

UMKM sudah banyak bermunculan di Indonesia dari mulai wirausaha dengan level kecil, menengah hingga besar. Meskipun pandemi memukul semua sektor terutama sepanjang 2020 ini, tetapi harapan terbesar KBUMN adalah menjadikan Pasar Digital menjadi solusi dan dapat membantu mereka tetap semangat berdagang secara online maupun offline.

Tidak memandang umur, para wirausaha sekarang sudah dicoba dari mereka yang berumur muda dan berprestasi, dengan mendukung go digital dan bangga berbelanja buatan Indonesia sudah sangat membantu perekonomian negara dan memajukan kesejahteraan indonesia.

PaDi UMKM yang sekarang ini berkembang telah mempunyai  sistem pengadaan barang bahkan juga jasa yang dihasilkan oleh BUMN. Nah ini bertujuan agar semua pelaku UMKM bisa lebih berpengetahuan mengenai jual beli secara online dan ini berlaku bagi mereka yang belum daftar maupun anda yang sudah mendaftarkan UMKMnya. Dengan pasar belanja yang pasti diharapkan UMKM akan lebih semangat untuk berdagang secara online di PaDi UMKM terutama untuk bertahan selama masa pandemi berlangsung.

Untuk UMKM yang belum bergabung di PaDi UMKM tunggu apalagi? Bergabung segera!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *