wayan koster

Perjalanan Karir I Wayan Koster

Berita terkini ,Wayan Koster yang lahir terhadap 20 Oktober 1962 di Desa Sambiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali berasal berasal dari keluarga sederhana. Sang papa  dan ibunya merupakan petani di desa tempat kelahirannya.

Koster kecil menempuh pendidikan dasarnya di SD Nomor 1 Sembiran. Sejak SD kelas empat, Koster sudah bekerja menopang orang tuanya untuk mendapatkan tambahan pendapatan sebagai pengumpul daun pisang dan kuli angkut pasir dan bata merah.

Setelah lulus SD, Koster perlu menghadapi kenyataan bahwa orang tuanya tak sanggup menyekolahkan dirinya ke jenjang pendidikan berikutnya. Berkat kegigihannya, ia pun kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Bhaktiyasa di Singaraja, ibukota Kabupaten Buleleng. Koster menumpang dan ikuti sang paman yang tinggal di kota tersebut.

Setelah tiga th. mengecap pendidikan di SMP Bhaktiyasa, ia pun lulus  th. 1981 dan melanjutkan ke SMA Negeri 1 Singaraja. Koster mengambil jurusan IPA dikarenakan ia menyukai ilmu pengatahuan alam dan matematika.

Setelah lulus SMA terhadap 1984, Koster ikuti tes di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bali dan Fakultas MIPA di Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia lolos tes di ke dua universitas ternama tersebut, namun pilihannya pun jatuh ke ITB dikarenakan minatnya yang besar terhadap ilmu matematika dan ilmu ilmu alam.

Selama menempuh pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung, Koster banyak mendapat bantuan berasal dari saudara-saudaranya dan teman kuliah yang berasal berasal dari Bali.  Koster pun mengisi jaman pendidikannya sembari melacak uang bersama dengan cara menjajakan buku kumpulan soal tes masuk perguruan tinggi di sebagian SMA di Bandung. Seiring berjalannya waktu, Koster terhitung mengisi pas luangnya di sela-sela kuliah bersama dengan jadi guru pribadi untuk siswa-siswa SMA.

Setelah lulus dan menyandang gelar insinyur berasal dari ITB terhadap th. 1987, Koster kemudian berkecimpung di dunia pendidikan sebagai dosen dan peneliti honorer di Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Depdikbud.

Di sela-sela bekarja sebagai tenaga honorer di Balitbang Depdikbud, Koster masih sempat melanjutkan pendidikan master (S2) di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) International Golden Institute, Jakarta. Ia menyelesaikan pendidikan master di kampus tersebut tahun 1995.  Tak lama berselang ia meneruskan pendidikan program doktoral di Universitas Negeri Jakarta dan menyelesaikan pendidikan doktor tahun 1999.

Mengawali kariernya di dunia pendidikan dan penelitian, I Wayan Koster terjun ke dunia politik. Dari anggota DPR hingga gubernur.

Saat berusia 41 tahun, ayah dua anak ini pun dipercaya sebagai Staf Ahli Kelompok Fraksi POKSI II F PDI Perjuangan selama setahun.

Setelah itu, ia ikut pemilu legislatif 2004. Wayan terpilih untuk duduk di Senayan dengan menjadi anggota DPR Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, pemuda dan olahraga. Pada pemilu berikutnya, ia kembali menjadi anggota DPR pada periode  2009-2014 dan 2014-2019.

Namun, sebelum masa kerja anggota DPR-nya berakhir, ia ikut pada Pilgub Bali 2018. Hasilnya, I Wayan Koster bersama Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur Bali untuk periode 2018-2023. Pasangan yang diusung oleh PDI Perjuangan, Hanura, PAN, PKB, PPP dan PKPI ini menang dengan perolehan 57.68% suara.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *